Kamis, 06 September 2012

BERI AKU MIMPI


TEMA = RELIGI “BERI AKU MIMPI” 
Oleh. Rey Seniman Langit

Bayangkan ketika musim berganti dari terik menjadi hujan, gemuruh sedih menemani-ku dengan kilat yang hampir membuat sekotak kenangan teringat dan kembali berkumpul dengan hiasan.
             
Semua ini tentang sunyi yang selalu mengiringi lembar demi lembar, halaman demi halaman dan tak bias dibayar lunas hanya dengan senyuman tanpa dirinya.




                Penantian yang tak berujung, selalu berkesan tanpa pinang bahasa sanjak kolaborasi hati.

                Sendiri teruntai tatkala eja mengingatkan hari, yang terlepas dari pelukan tanpa pamit tanpapun rinai rindu untuk dirinya.

peristiwa lelakon hidup,
seperti expresi letusan tunggu,
menanti sinar,
terbenturnya dengan lugu.
lalu
langit luas yang terbentang,
terlihat jauh,
bergugus serangkai awan menggelamorkannya.


Ada kisah, di mana embun menari diwaktu subuh, jantungnya berdebar, melingkarkan waktu yang ditunggunya. tersuguh sebait sunyi, jam-pun tertabuh di saat detik menikmati. 

“kaukah itu, bermain rindu ditengah bunyi.?” sekelebat bayang bertanya angan tentang mimpi.

Busa membuih, mana sempat gelembung bertahan,
setandus sunyi, segersang padang, tak kan mampu seperti taman.
setajam kaca, secepat kilat, tak kan mampu sesejuk gunung.

dengan malam, terungkap air muka, menata niat secarik kertas.
Dan bergumam sendiri seraya jati menemani diri.

Ungkapnya 
“percayalah !, jika masih ada bumi, engkaupun merindukannya. meski sejenak, bersamamu aku ada.”

kunang malam menyala-nyala, mengandai gelap penuh tawa, andai sunyi  menatap sendu, adakah asa terlihat dulu. mungkin pantas jika Galih jati, menjemput dan membukanya !.

Begitulah suara hati membisikan cintanya kepadaku, seraya harapan demi harapan, lembaran demi lembaran membuka sendiri dalam napak tilas yang sempat dan masih dicari.

“Mau jadi apa aku ? dan apa pilihan ku !.”
Indra malam, terjelma nisan tugu berlapis sukma, entah satu titik yang harus terlihat tajam, terbentuk gambarnya, menjadi gothic yang indah memukau nusa.

menyusuri lembah batu melintasi padang hijau seiring seruling embun yang menjadi hening. Andai aku bisa mencarinya bersamamu kala gerak terkunci hembusan “HU”.

tak-ku kira, ada resah berumpama cahaya. kusanggah di ujung rongga, menilikmu yang sedang menyepi. jelang gelap yang kudaki, hempas malam nan tersaji, lalu-ku jatuh dipelukmu, saat sesal kau pelas dalam peluhku, tertindas hangus merindu. Dan hadir cinta ini, berhembus karena hatiku nan bertaut, gerik jemari menulisnya perhuruf.

Haruskah ? ku diam membisu,
walau peluk tak kau beri sepanjang temu.
sejauh kesah terpintal dan terjungkal,
entah kini !
 inginku mengembara di hatimu,
sedangkan bola selalu berputar.

By. Rey Seniman langit


dan untuk selanjutnya ; 

Penasaran dan mau baca sampai tamat,,,silahkan pesan ya sobat,,,salam sukses selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk Order

oncontextmenu='return false' (untuk mematikan klik kanan mouse) onmousedown='return false' (untuk mematikan klik blok ke bawah) onselectstart='return false' (untuk mematikan seleksi blok) onkeypress='return false' (untuk mematikan tombol keyboard misal CTRL+C)